Di sebuah rumah kecil kala itu adalah dimana rasa kasih sayang itu timbul Seorang sosok pria dengan kedewantaannya dan sosok wanita rupawan yang selalu tabah perlahan melebarkan bibirnya itu seolah memakan kesuwungan itu doa mekar, harum sajak adalah omongan sang wanita berpihak "sehat sehat selalu" adalah sebuah kata yang fana, keluar dari mulut itu Seorang pekerja keras dengan cerita monotonnya menenun kerinduan oleh karangan-karangan yang dibuatnya kutulis kehangatan pagi dengan kedua sosok yang saling menyayangi
Sebuah pena itu mencatatkan sebuah jurnal Ia melihatku sedang melakukan sesuatu Mencoba meneteskan tinta, Dengan menulis, “Hari pertama di pondok” Sebuah pena itu menjarah sesuatu dalam kehidupannya Goresan pada tintanya tak sama sekali diam Mengisahkan hari demi hari Yang terus berdeda alur Mencatat, mencatat, dan mencatat Sekelumit kertas mengatakan “Aku lebih takut pada seseorang yang memegang pena daripada prajurit yang bersenjatakan lengkap” Tuangan kata sang kertas Seolah memicing padaku Sebuah pena yang penuh sepia Meneteskan sebuah huruf A sampai Z, Merangkai sebuah jurnal menulis tentang semua yang kulakukan Sidoarjo, 2026
Komentar
Posting Komentar